Pada tanggal 24 oktober kami sekeluarga (istri,anak, Ibu) berangkat ke Bandung mengunjungi keponakan yang kuliah di ITB, pesawat berangkat jam 1 siang dan mendarat jam 3 sore di bandara Husein Sastranegara.
Mampir di masjid salman dan setelah itu langsung menuju ke Subang Jabar untuk mengunjungi kakak ke 6 yang baru melahirkan anak ke 4.
pagi harinya kami berolahraga di kompleks angkatan udara suryadharma.
Hari ketiga kami sekeluarga berkunjung ke Ponpes Assyifa Subang, kebetulan ada keponakan yang nyantri di sana dan ada alumni Manarul Qur’an yang menjadi pengurus pondok di sana sebagai penyima’ tahfidz.
Pondok Assyifa ini sangat besar dan luas dengan konstur tanah yang naik turun karena memang di dataran tinggi. Dari segi bangunan cukup megah dan rapi penataannya dan ternyata bangunan – bangunan itu dibiayai oleh muhsinin dari Qatar. santri yang mondok disana di target minimun 5 juz selama 3 tahun. Adapun pendidikan yang ada meliputi SMPIT dan SMAIT (Boarding School) dan Tahassus Quran serta ada kuliah strata 1
Hari empat kami berkunjung ke pesantren Wadi Mubarok El-Kid di Cisarua Bogor yaitu lembaga pengkaderan untuk dai dan imam. Di pesantren ini rata – rata santri menjadi Hafidz tidak lebih dari satu tahun dengan kualitas hafalan yang sangat baik bahkan bersanad hingga Rasulullah SAW. pesantren ini didanai para muhsinin dan gratis 100 persen tanpa bayar tapi harus melewati persaingan yang ketat. karena pendaftar dari seantero
Indonesia. setelah itu kami sekeluarga langsung menuju Tangerang Selatan untuk singgah di rumah saudara untuk istirahat supaya besok hari bisa fit melanjutkan perjalanan.
Hari ke lima kami tidak ke pesantren tapi mengunjungi Monas. Kebetulan hari itu di Jakarta ada demo buruh di depan Istana Negara.
Hari keenam kami bersilaturrahim di Pesantren Darul Qur’an Mulia. Pesantren ini secara sistem hampir sama dengan Manarul Qu’ran namun jumlah santrinya sangat banyak yaitu 1400 santri dan guru Quran 80 orang dibandingkan dengan MMQ yang masih 20 guru dengan 250 santri.
Pada hari ketujuh kami kembali ke Pondok tercinta Manarul Qur’an dengan membawa semangat baru untuk terus memperbaiki dan mengembangkan pesantren kita tercinta.








