MMQ DARI KANDANG AYAM MENUJU PESANTREN IDAMAN
Awal Mula
Ma’had manarul qur’an ternyata pada mulanya adalah tempat peternakan kandang ayam potong dan petelur milik bapak M.Sabiq Amin, setelah berjalannya waktu usaha tersebut berhenti kemudian muncullah ide untuk dibuat musholla kecil-kecilan untuk para manula beribadah disana, dengan modal seadanya maka dibangunlah musholla tersebut. Berjalanlah waktu maka muncul ide lagi dari bapak Drs.H.M.Sabiq untuk membuat pondok tahfidzul qur’an kecil-kecilan dan santri pertama waktu itu adalah Agus Awwalul Abidin dari sidoarjo, Abdul Aziz Nasruddin dari paciran, Aris Setiawan dari gresik dan Rudi dari lampung. Di sana juga dibuat program mengaji dan kursus mata pelajaran untuk anak-anak kampung sekitar paciran dan 4 santri itulah pengajarnya. Sesudah itu dibangunlah masjid asy-syams dari bantuan dana muhsin (orang baik dari uni emirat arab).
Mulai saat itu berdatangan santri dari berbagai daerah dan tujuannya adalah khusus menghafalkan Al-Qur’an saja atau diistilahkan Ma’had Aly. Waktu itu yang mendominasi adalah santri dari Jepara. Dari waktu ke waktu makin bertambah santri dari luar tapi mereka juga ingin mengenyam pendidikan formal, maka dibuatlah program ma’had shighor yaitu santri yang mondok di Manarul Qur’an tetapi sekolah diformal di sekitar Manarul Qur’an seperti Modern,Karang asem, SMP Negeri Paciran, SMK Karang asem, bahkan SMA Negeri Paciran yang jaraknya lumayan jauh dari Pondok.
Gagal mendirikan SMP
Setelah bertambah santri maka mucul gagasan dari pendiri untuk membuat SMP manarul Qur’an dengan alasan agar mudah mengontrol keseharian santri. Karena ternyata banyak sekali permasalahan yang muncul akibat dari sekolah luar di antaranya adanya beberapa santri yang bolos sekolah padahal berangkat dari manarul qur’an sudah dengan berpakaian rapi, ada juga pengaruh teman-teman pergaualan santri dari luar, dan yang lebih disesalkan adalah banyak waktu kegiatan pondok seperti ngaji, taklim dll yang ditinggal oleh para santri shighor dengan alasan banyak kegiatan di sekolah setempat.
Namun ide untuk mendirikan SMP ditolak oleh kepala dinas pendidikan lamongan dengan alasan sudah banyak sekolah yang berdiri. Malah kepala dinas pendidikan pada saat itu memberikan rekomendasi untuk mengadakan kejar paket A,B,C yaitu pada tahun 2008, namun program ini juga tidak berhasil karena mayoritas penduduk paciran adalah orang yang berpendidikan dan jarang yang putus sekolah. Mulai pada tahun 2009 terjadi penurunan jumlah santri yang sangat siknifikan sehingga tercatat santri putra hanya 11 orang saja dan putri hanya 30 saja. Bahkan pada tahun 2010 santri ikhwan hanya 4 saja.
Akhirnya berhasil mendirikan SMP
Pada pertengahan tahun 2010 yaitu bulan september diadakan musyawarah yayasan ma’had manarul qur’an, dari hasil musyawarah tersebut disepakati untuk kembali berjuang mendidikan SMP Manarul Qur’an, maka dibuatlah Tim Pokja yang diketuai oleh ust Suhari, alhamdulillah mendapat lampu hijau. Selanjutnya proposal diserahkan ke kantor dinas, ternyata tanggapannya kurang baik, sehingga dilakukan lobi ketiga langsung oleh bapak pengasuh pondok kepada kepala dikmenumjur (yang mengurusi pendidikan menengah dan kejuruan). Dan Alhamdulillah surat izin keluar dan pada tanggal 7 april 2011 SMP Manarul Qur’an resmi dibuka oleh bapak bupati Drs.H.Fadeli SH. Dengan jumlah siswa angkatan pertama 63 siswa. Alhamdulillah pada tahun ajaran 2012 ini siswa baru berjumlah 96 siswa atau naik 50 % dari tahun sebelumnya.
Diikuti dengan mendirikan SMA
Pada akhir tahun 2011 disepakati hasil musyawarah Yayasan untuk mendirikan SMA Manarul Qur’an, untuk kali ini ketua timnya adalah ust. Drs.Alifik. alhamdulillah proses perizinannya sangat dimudahkan oleh Allah Swt, sehingga hanya dalam waktu 1 bulan perizinan turun dan Alhamdulillah siswa angkat pertama SMA tahun ajaran 2012 ini berjumlah 26 orang.
Dan akhirnya Semoga menjadi pesantren idaman di Indonesia
Beberapa hal yang menjadi titik fokus kemajuan manarul qur’an yang sampai sekarang diusahakan untuk menjadi pesantren yang unggul dan berkualitas adalah :
- Pengembangan hafalan yang ada di pesantren yang meliputi : metode hafalan, kesamaan standar bacaan dan pemahaman Qur’an yang ditunjang dengan pelajaran sains qur’an.
- Pengembangan bahasa asing, yaitu bahasa Arab dan inggris hal ini dapat ditempuh dengan pembelajaran di kelas, pembiasaan di asrama serta pemakaian buku-buku berbahasa asing sebagai pegangan khususnya bahasa Arab.
- Pengembangan leadership dan kemandirian santri, yaitu dengan membentuk kepengurusan pelajar pondok pesantren yang diharapakan ke depan mereka menjadi pribadi yang bermental pemimpin dan mandiri.
- Perbaikan menejemen yang simulatan dengan senatiasa mengadakan perbaikan menejemen internal yang berkelanjutan dan studi banding ke pesantren yang sudah maju.
- Peningkatan mutu pengajar dengan mengadakan training-training dan daurah-daurah.